Australia ikut dalam Penggerebekan Global terhadap Kriminal Terorganisir

Ratusan orang ditangkap dalam penggerebekan di seluruh dunia terhadap geng kriminal terorganisir. Tindakan itu buah penyelidikan tiga tahun dengan menggunakan aplikasi yang dirancang Biro Investigasi Federal Amerika. Di Australia, hasil penggerebekan yang disebut Operasi Ironside dibeberkan Selasa. Pada hari yang sama, FBI dan Europol, badan penegak hukum Uni Eropa, juga mempresentasikan temuan mereka.

Terduga anggota geng pengedar narkoba telah ditangkap di 18 negara di Asia, Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, dan Timur Tengah.

Australia adalah salah satu negara pertama yang mengungkapkan penggerebekan itu. Komisaris Polisi Federal Australia Reece Kershaw, Selasa, memaparkan penggerebekan itu yang diberi nama sandi Operasi Ironside.
PM Australia Scott Morrison berbicara selama briefing media tentang Operasi Ironside, yang mengganggu kejahatan terorganisir secara internasional. (Foto: AAP Image/Dean Lewins via REUTERS)
BACA JUGA:
Operasi Besar Lawan Kejahatan Terorganisir, 200 Lebih Tersangka Ditangkap di Australia

“Kami menuduh mereka adalah anggota geng motor liar, mafia Australia, sindikat kriminal Asia dan organisasi kriminal sadis dan terorganisir. Kami menduga mereka telah menyelundupkan obat-obat terlarang ke Australia dalam skala industri. Sayangnya, geng kriminal menarget Australia karena Australia adalah salah satu negara yang paling menguntungkan di dunia untuk menjual narkoba,” jelasnya.

Sejak 2018, pihak berwenang di Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat telah menggunakan aplikasi terenkripsi, yang dikenal sebagai ANOM, untuk melacak kriminal terorganisir. Teknologi itu dirancang Biro Investigasi Federal Amerika (FBI).
Aplikasi ANoM muncul di layar smartphone di Paris, 8 Juni 2021. (AFP).
Aplikasi ANoM muncul di layar smartphone di Paris, 8 Juni 2021. (AFP).

Agen yang menyamar mendistribusikan ponsel yang dilengkapi aplikasi ANOM itu ke kriminal, yang kemudian menyebarkannya ke kaki tangan mereka. Penyebaran itu memungkinkan penyelidik membaca jutaan pesan singkat yang membeberkan dugaan plot pembunuhan, rencana impor narkoba dalam jumlah yang sangat besar, dan skema kejahatan lainnya.

Pihak berwenang Australia mengatakan penggerebekan untuk memberantas kejahatan itu adalah operasi polisi terbesar di negara itu. Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan operasi tersebut benar-benar sukses.

“Operasi Ironside kini telah mendakwa ratusan tersangka pelaku kejahatan, menyita jutaan dolar dari hasil kejahatan, menyita senjata dari geng-geng jalanan dan menyelamatkan nyawa, dan kami akan terus melakukan penggerebekan. Operasi ini akan berkelanjutan,” kata Morrison.

Menurut penyelidik Australia, walaupun penggerebekan berhasil, itu “baru permulaan.” Upaya memerangi geng kriminal, kata mereka, akan berlanjut. Dan mereka tetap waspada. Walaupun individu dan sindikat yang terlibat dalam dugaan kejahatan telah ditangkap, akan selalu ada orang lain yang ingin menggantikan mereka dalam perdagangan narkoba. [ka/lt]

voaindonesia.com/a/australia-ikut-dalam-penggerebekan-global-terhadap-kriminal-terorganisir/5921112.html

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.